Minggu, 02 November 2014

Tugas ke 3, UTS MK Teori-Teori Ilmu Sosial
TUGAS KE 3, UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS).

Pada pertemuan ke 7

MATA KULIAH TEORI-TEORI ILMU SOSIAL

Pertanyaan;
Berikan analisis kritis, Apa dan Bagaimanakah Hakekat Teori-Teori Ilmu Sosial bilamana dihubungakan dengan Kompetensi yang akan dibentuk untuk atau pada Saudara dari Mata Kuliah ini, dengan bersandarkan kepada Teori Interaksi Simbolik  serta teori terpilih faforit yang lain pilihan Saudara ?

Keterangan:
1.       Hasil analisis kritis diunggah pada Blogg masing-masing mahasiswa, sebagai Karya Ilmiah (Artikel) !;
2.       Hasil unggah dari Blogg, diprint dan diserahkan pada dosen pengajar untuk bukti laporan dan penilaian UTS, pada pertemuan ke 8, tidak diijinkan terlambat;
3.       Benang merah / Abstrak dari artikel, tugas ke tiga dimasukkan pada komentar langsung di blogini (milik dosen pengampu/pengajar);



Jawaban  :

Manusia adalah mahluk sosial karena manusia saling membutuhkan dan saling ketergatungan .Oleh karena itu teori ilmu sosial penting dalam proses manusia berinteraksi dan berhubungan  satu sama yang lain. Teori teori ilmu sosial  dijadikan dasar dalam berinteraksi dimasyarakat dan dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi interaksi masyarakat. Dalam interaksi   manusia dengan lingkungannya, manusia sering menggunakan simbol simbol dalam bentuk gerakan tubuh, fisik, suara, serta ekspresi wajah.  Simbol simbol itu digunakan untuk berhubungan secara alami antara manusia dalam masyarakat dan hubungan masyarakat dengan individu . Simbol–simbol itu sangat berpengaruh dalam berinteraksi  contohnya saat seorang pemimpin memberi instruksi bisa dengan cara menulis memo , memo dapat dikatakan simbol untuk berinteraksi .  Di dalam simbol yang diciptakan antar individu menimbulkan interaksi anatar individu itu . Simbol yang timbul itu memiliki makna yang  ditafsirkan oleh orang itu dan digunakan orang dalam menghadapi sesuatu yang dijumpainya.  Dan makna itu digunakan sebagai dasar dalam pengambilan tindakan yang akan dilakukannya. Seorang pemimpin dituntut cepat tanggap dengan permasalahan yang dihadapi oleh bawahannya.   Biasanya ada simbol simbol yang harus  dimengerti oleh pemimpin sehingga pemimpin cepat memikirkan solusi yang tepat dan mengambil kebijakan yang benar.

Ia juga harus jeli akan permasalahan yang sedang dihadapi serta jeli akan sikap dan perilaku bawahannya karena ia juga harus bisa menangkap jati diri dari sang pemberi simbol itu .  Karena simbol yang diberikan sesorang erat kaitannya dengan jati diri serta karakter orang itu .

 Kompetensi yang akan saya ambil adalah kebijakan publik. Dalam kebijakan publik pasti ada yang namanya pengambilan keputusan . Keputusan – keputusan  yang baik, hanyalah dapat diambil dengan pengelihatan dari keseluruhan,untuk dapat melihat yang jauh orang harus melihatnya dari ketinggian (Mme Swetchine). Public Policy atau kebijakan publik  sebagai suatu keputusan senantiasa berwawasan kehari depan (goal oriented) atau bersifat futuristis .Jadi seorang pemimpin   dalam mengambil keputusan  harus melihat keseluruhan , jauh kedepan apa resiko  dan keuntungan yang akan di dapat jika ia mengambil keputusan itu.Setiap keputusan itu selalu memiliki resiko   dan pemimpin harus bisa memilih keputusan yang terbaik yang mengandung resiko teringan . Keputusan yang diambil itu tentu saja untuk memenuhi kepentingan masyarakat . Sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat itu tercapai.Kebijakan kebijakan yang diambil seorang pemimpin harus dipikirkan matang matang dan ditetapkan secara tepat waktunya , tidak boleh tergesa-gesa namun juga tidak boleh lamban . Karena jika ditetapkan dan dimplemantasikan secara lamban akan menghambat terlaksananya kebijakan itu . Kebijakan seorang pemimpin harus didukung oleh bawahannya dan masyarakat agar bisa diterapkan dan dijalankan untuk mencapai kepentingan masyarakat.
  .







Minggu, 06 Juli 2014

PENTINGNYA HUMAN PUBLIC RELATION DALAM SUATU INSTANSI PEMERINTAHAN


PENTINGNYA  HUMAN PUBLIC RELATION  DALAM   SUATU INSTANSI PEMERINTAHAN




            Seperti yang kita ketahui  akhir akhir ini banyak sekali anggota  instansi pemerintahan  seperti mk, dpr, dpd , dan instansi lainnya yang korupsi hingga miliaran bahkan triliunan rupiah .Ini menyebabkan kepercayaan masyarakat memudar dan tidak percaya lagi pada pemerintah. Instansi yang terkena imbas terbesar adalah dinas perpajakan karena pemerintah mendapat anggaran dari pajak untuk anggaran belanja negara yang lebih banyak di gunakan untuk membayar pegawai pegawai negara. Sedangkan kenyataannya pegawai pegawai itu  korupsi .Ini sungguh akan mengecewakan rakyat dan rakyat pun mulai perlahan lahan enggan membayar pajak.
Disinilah pentingnya human public relation dalam sebuah instansi.  Instansi atau lembaga pemerintahan harus bisa menilai sikap dan opini publik terhadap kepemimpinan terhadap para pegawai dan metode yang digunakan,memberi advise dan counsel pada pimpinan tentang segala sesuatu yang ada hubungannya dengan public relations mengenai perbaikan- perbaikan kegiatan. Sehingga tahu apa yang harus dilakukan untuk menarik simpati dan perhatian masyarakat agar tetap percaya terhadap lembaga tersebut. Hal-hal yang harus dilakukan adalah  instansi itu harus memberikan  pelayaanan terbaik , ramah , dan sopan  kepada masyarakat . Sehingga masyarakat mempunyia simpati dan rasa percaya lagi kepada  lembaga itu.Selain itu lembaga itu harus bisa mempengaruhi masyarakat , menarik perhatian, dan mempunyai kemampuan menjalin silahturahmi dengan baik kepada masyarakat. Selain itu lembaga itu harus bisa mendidik bawahannya agar mempunyai moral , etika sopan santun serta pelayanan yang terbaik untuk menarik simpati masyarakat .
Di setiap lembaga pasti ada bagian kehumasan , bagian ini lah yang harus bisa menganalisis permasalahan di masyarakat dan bagaimana cara mengatasinya agar  lembaga / instansi  itu mempunyai citra yang baik atau bagus di  masyarakat. Bagian humas juga harus bisa menciptakan opini publik yang mendukung atau membuat lembaga itu  citranya bagus di masyarakat . Meskipun butuh waktu , jika semua hal ini diterapakan maka kepercayaan masyarakat didapatkan oleh instansi itu.



Selasa, 17 Juni 2014

Etika Dan Filsafat Kepemimpinan

Rabu, 11 Juni 2014

Tugas Ke 4

Etika dan Filsafat Kepemimpinan

Stereotipe Visioner Leadership, menjadikan motivasi  saudara sebagai agent of change and development secara akuntabel dengan harapan ransformational leadership dalam Proses Belajar dan Mengajar baik ilmu maupun seni menjadikan saudara “SMART Leadership”.

Tugas/pertanyaan:
1.  Jelaskan makna konsep tersebut di atas !
2.  Faktor-2 apa saja yang mendukung ?
3.  Faktor apa saja yang menghambat ?
4.  Serta bagaimana pemecahannya ?

Keterangan:
1.  Jawaban soal nomor satu langsung di jawab pada komentar di blog dosen pengampu;
2.  Soal nomo 2, 3,4, dijawab melalui Blogg Masing-2 mahasiswa, dan diprint out, dikumpulkan tanggal 19 Juni 2014. Terimakasih.

     
      Jawab:
1.         Seorang pemimpin/Leader  dituntut bisa mempengaruhi bawahannya dan membuat bawahannya mau berusaha berjuang keras untuk mencapai tujuan bersama. Seorang leader harus bisa memotivasi baik dengan demokratis ataupun otoriter.Banyak hambatan untuk memotivasi orang lain karena semua itu tergantung kepada karakter bawahan yang dipimpin. Selain itu juga tergantung bagaimana seorang pemimpin itu bisa atau tidak memabaca karakter –karakter bawahanya dan menyikapinya dengan memgambil cara-cara yang tepat untuk memotivasi bawahannya tanpa menimbulakn konflik diantara mereka. Karna hubungan yang baik antara atasan dan bawahan sangat menentukan kinerja team atau perusahaan itu dalam mencapai tujuannnya. 
Seorang leader juga dituntut bertanggungjawab dan dapat memimpin bawahannya , mengorganizir, serta dapat mencapai tujuan  yang sudah dirtargetkan. Seorang leader juga harus memberikan contoh atau panutan kepada bawahan seperti disiplin dalam baanyak hal, yaitu waktu , ketepatan deadline, laporan keuangan, dan banyak hal yang lain.
Jika seorang leadernya sudah  bisa memberi panutan dan memotivasi maka bawahan akan ikut terbawa dan mencontoh atasan atau pemimpinnnya. Dengan begitu maka tujuan yang sudah ditentukan akan tercapai dan mendapat  hasil yang maksima dan dapat diaktakan sebagai leader yang Smart .Karna  seorang leader adalah yang bisa memimpin , mengorganizir bawahannya untuk mau bekerja keras untuk hasil yang maksimal, dan mampu memotivasi dan bekerja sama dengan baik dengan bawahannya.
2. Faktor –faktor yang mendukung  adalah :
Ø  Kompetensi atau keahlian untuk membaca karakter orang dan menyikapinya denagn tindakan yang tepat.
Ø  Bawahan atau peagawai yang mempunyai karakter yang baik dan memang mau bekerja dengan baik , buknanya hanya mau gaji buta.
Ø  Kemampuan seoarng leader untuk   mempengaruhi atau menyemangati bawahan
Ø  Leader yang mempunyai kedisiplinan yang baik atau sikap yang dapat dicontoh oleh bawahannya seperti bertanggungjawab.
Ø  Mempunyai visi yang dapat dipertanggungjawabkan dan dilaksanakan oleh seorang leader sehinnga memacu bawahaannya untuk  bekerja sama dengan leadernya.
3.Faktor –faktor  yang menghambat adalah :
Ø  Banyak pegawai takut untuk menyatakan perasaan yang sebenarnya mengenai organisasinya terhadap para pimpinan mereka karena mereka menganggap hal itu berbahaya. Atasan / pimpinan seringkali mereka anggap sebagai sulit untuk dipercaya, pimpinan adalah orang yang akan berbahaya kalau mereka ajak bicara dengan penuh keterbukaan (tulus).
Ø  Banyak pegawai percaya bahwa ketidak-sesuaian atau kurangnya kesetujuan dengan atasan/ pimpinan  akan menghalangi promosi mereka, karena hal ini akan menjadikan mereka buruk dalam pandangan atasan mereka.
Ø  Banyak pegawai terpengaruh oleh pendapat bahwa pemimpin  kurang tertarik terhadap masalah-masalah mereka.Pemimpin sudah begitu terselubung oleh masalahnya sendiri hingga tak menjangkau nilai-nilai pegawainya dan kebimbangan-kebimbangan mereka.
Ø  Banyak pegawai yang merasa bahwa mereka tidak mendapatkan imbalan bagi buah-bauah pikiran mereka yang baik.

Ø  Banyak pegawai yang percaya bahwa kurang sekali adanya kecepatan tanggap dan perhatian atasan.

Ø  Banyak pegawai terpengaruh bahwa pimpinan teras tidak mengambil tindakan segera terhadap masalah-masalah.
4. Solusinya adalah seorang pemimpin harus bisa berkomunikasi dengan baik dan menajalin persaudaran yang erat . Jadi di lingkungan kerja tidak kaku dan interaksinya juga seperti keluarga  . Jadi kinerja team sangat kuat dan bagus karna saling berinteraksi  dan bekerjasama. Seorang leader tidak hanya memerintah tapi juga bisa mendengarkan , dan bekerja sama dengan baik agar tercapai tujuannya.



Selasa, 06 Mei 2014

VISI,MISI DAN STRATEGI KEPEMIMPINAN





          KEPEMIMPINAN VISIONER



Setiap pemimpin membentuk visi dengan caranya masing-masing, kadang-kadang bersifat obyektif dan rasional, kadang-kadang intuitif dan subyektif.
Tindakan tanpa visi sama artinya dengan terjebak dalam kegelapan dan visi tanpa tindakan adalah seperti puisi yang meratapi kemiskinan.
Secara sederhana, visi adalah masa depan yang realistis, dapat dipercaya, dan menarik bagi organisasi anda. (Burt Nanus, 2001, Kepemimpinan Visioner, Penerbit PT Prelindo, Jakarta).

Tugas2.
1.       Susun visi, misi dan strategi anda, dalam mepersiapkan diri sebagai agent of change and development ?
2.       Apakah faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam merealisasikan visi saudara tersebut?
3.       Bagaimana mengatisipasi faktor pendukung tersebut agar tidak menimbulkan arogansi ?
4.       Dan bagaimana pula mengorganisir faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis ?
5.       Konflik akan selalu terjadi pada setiap orang yang akan melakukan perubahan, bagaimana caranya agar potensi konflik tersebut dapat menjadi daya dorong susksesnya visi saudara ?

Keterangan:
1.       Khusus jawaban soal nomor 5, dimasukkan pada komentar blog dosen pengampu, dan blognya mahasiswa masing-masing mahasiswa, dan;
2.       Seluruh jawaban diserahkan pada pertemuan tanggal 8 Mei 2014.
 

 Jawaban :

1. Visi :’’ menjadi pemimpin yang cakap , taat kepada Tuhan Yang Maha Esa,dan bertanggungjawab”.
    Misi :
                A.Mulai membekali diri sedini mungkin agar siap untuk menjadi pemimpin.
                B. Memanagement  waktu dan diri sendiri  mulai dari sekarang.
                C.Mengikuti dan berpartisipasi dalam kegiatan atau organisasi yang bermanfaat untuk mengembangkan diri.
                D.Mulai memperkaya pikiran atau otak dengan memberi  vitamin -vitamin otak seperti banyak membaca  karena membaca jendela dunia.
     Strategi :
                1. Banyak membaca buku ,berdiskusi,dan berpartisipasi atau memimpin atau melayani d suatu organisasi karena  memimpin itu diwali dari diri sendiri kemudian belajar untuk melayani d sebuah organisasi  kecil baru kemudian dapat meningkat.
2.Merencanakan kegiatan setiap hari dan memanajemen waktu sebaik-baiknya agar semua tujuan yang akan saya capai tercapai dengan baik.
3. Berusaha untuk tidak pernah meninggalkan ibadah kepada tuhan yang maha esa sesibukapapun ibadah adalah hal yang utama.
4.Banyak membaca  buku buku pengetahuan, motivasi, dan buku lainnya yang bermanfaat.
5. mengikuti berbagai lomba  atau kompetensi adari kegiatan kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas  diri sendiri.
6. berusaha untuk melayani misalnya menjadi ketua kelas . semua  hal besar selalu berasal dari hal yang kecil dari hal yang kecil banyak hal yang dapat dipelajari.

2.  Faktor Pendukung adalah :
A.  Semangat dan motivasi diri dari  diri sendiri dan teman teman . Mendapat teman teman yang membawa dampak positif.
B.Mata kuliah dan buku buku yang mengisi dan vitamin otak dan mengembangkan diri
c. Organisasi yang berdampak positif untuk mengembangkan diri.
D.Bertanggungjawab jika diberi tugas dari dosen atau  menjadi panitia kegiatan dari sebuah organisasi.


Faktor Penghambat adalah :
 A.Pengaruh buruk dari lingkungan , dan lainya.
B. Pengendalian diri yang lepas dan sifat lupa  .
C.Serta kealpaan diri dalam berbuat.
D.Kurangnya evaluasi diri
E. Kurangnya dan keterbatasan pengetahuan yang di dapat . Banyak hal  yang banyak tidak diketahui.
F. Kurangnya referensi abcaan dan informasi
3.  Untuk  mengatisipasi faktor pendukung tersebut agar tidak menimbulkan arogansi  dapat dilakukan hal hal sebagi berikut
    A. Menyadari dan memotivasi diri agar tidak  bangga dengan apa yang didapat.
     B. Selalu ingat bahwa diatas langit masih ada langit. Jadi berusaha untuk tidak berbangga  dengan apapun yang didapat.
      C.   Evaluasi dan mengitropeksi  diri agar lebih bisa melakuakn hal hal yang berkualitas dan bermanfaat.

4.Cara  mengorganisir faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis  adalah
 -Selalu mengingatkan diri sendiri
                -Sabar dan berusaha mengendalikan diri agar tidak  lepas kendali dalam menghadapi         konflik
 -Berusaha untuk mawas diri dan evaluasi diri sendiri agar kedepannya lebih baik.
- Merencanakan atau menjadwalkan  kegiatan sehari hari agar lebih terencan apa yang akan dicapai kedepannya.

 5.         Konflik  pasti ada di hidup manusia , tidak  ada  manusia yang tidak pernah mengalami konflik dalam hidupnya .Menurut Wood, Walace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, dan Osborn (1998:580) yang dimaksud dengan konflik (dalam ruang lingkup organisasi) yaitu : Conflict is a situation which two or more people disagree over issues of organisational substance and/or experience some emotional antagonism with one another.
Yang kurang lebih artinya konflik adalah suatu situasi dimana dua atau banyak orang saling tidak setuju terhadap suatu permasalahan yang menyangkut kepentingan organisasi dan/atau dengan timbulnya perasaan permusuhan satu dengan yang lainnya. Konflik dapat timbul karena tidak ada kesepakatan pendapat dari kedua belah pihak tentang sesuatu  untuk mencapai tujuan atau goal.Jika ada seseorang yang ingin melakukan perubahan pasti ada beberapa orang yang tidak setuju dan tidak mau akan adanya perubahan .
Ada faktor faktor mengapa  mereka tidak setuju seperti disebutkan oleh Stevenin (2000, pp.132-133), yaitu

1.  Pemecahan masalah secara sederhana. Fokusnya tertuju pada penyelesaian masalah dan orang-orangnya tidak mendapatkan perhatian utama.
2. Penyesuaian/kompromi. Kedua pihak bersedia saling memberi dan menerima, namun tidak selalu langsung tertuju pada masalah yang sebenarnya.
Waspadailah masalah emosi yang tidak pernah disampaikan kepada manajer. Kadang-kadang kedua pihak tetap tidak puas.
3. Tidak sepakat. Tingkat konflik ini ditandai dengan pendapat yang diperdebatkan. Mengambil sikap menjaga jarak. Sebagai manajer, manajer perlu memanfaatkan dan menunjukkan aspek-aspek yang sehat dari ketidaksepakatan tanpa membiarkan adanya perpecahan dalam kelompok.
4. Kalah/menang. Ini adalah ketidaksepakatan yang disertai sikap bersaing yang amat kuat. Pada tingkat ini, sering kali pendapat dan gagasan orang lain kurang dihargai. Sebagian di antaranya akan melakukan berbagai macam cara untuk memenangkan pertarungan.
5. Pertarungan/penerbangan. Ini adalah konflik “penembak misterius”. Orang-orang yang terlibat di dalamnya saling menembak dari jarak dekat kemudian mundur untuk menyelamatkan diri. Bila amarah meledak, emosi pun menguasai akal sehat. Orang-orang saling berselisih.
6. Keras kepala. Ini adalah mentalitas “dengan caraku atau tidak sama sekali”.
Satu-satunya kasih karunia yang menyelamatkan dalam konflik ini adalah karena biasanya hal ini tetap mengacu pada pemikiran yang logis. Meskipun demikian, tidak ada kompromi sehingga tidak ada penyelesaian.
7. Penyangkalan. Ini adalah salah satu jenis konflik yang paling sulit diatasi karena tidak ada komunikasi secara terbuka dan terus-terang. Konflik hanya dipendam. Konflik yang tidak bisa diungkapkain adalah konflik yang tidak bisa diselesaikan.
 Konflik dapat berdampak positif atau negatif , jika positif maka akan terjadi keadaan atau kondisi yang lebih baik misalnya di dalam perusahaan Meningkatnya ketertiban dan kedisiplinan dalam menggunakan waktu bekerja.,Meningkatnya hubungan kerjasama yang produktif, Meningkatnya motivasi kerja untuk melakukan kompetisi secara sehat antar pribadi maupun antar kelompok dalam organisasi, Semakin berkurangnya tekanan-tekanan,  intrik-intrik yang dapat membuat stress bahkan produktivitas kerja semakin meningkat, Banyaknya karyawan yang dapat mengembangkan kariernya. Ini sangat berdampak baik baik untuk individu atau perusahaaan itu karna kualitas sdmnya semakin meningkat.
Jika berdampak negatif ini sangat merugikan baik untuk individunya maupun organisasinya misalnya di dalam perusahaan yaitu  Meningkatkan jumlah absensi karyawan dan seringnya karyawan mangkir, Banyak karyawan yang mengeluh karena sikap atau perilaku teman kerjanya yang dirasakan kurang adil dalam membagi tugas dan tanggung jawab, banyak karyawan yang sakit-sakitan, seringnya karyawan melakukan mekanisme pertahanan diri bila memperoleh teguran dari atasan, menurunkan moral, semangat, dan motivasi kerjadan lainnya.
Konflik dapat diatasi dengan cara cara seperti :
1. Pengenalan
Kesenjangan antara keadaan yang ada diidentifikasi dan bagaimana keadaan yang seharusnya. Satu-satunya yang menjadi perangkap adalah kesalahan dalam mendeteksi (tidak mempedulikan masalah atau menganggap ada masalah padahal sebenarnya tidak ada).
2. Diagnosis
Inilah langkah yang terpenting. Metode yang benar dan telah diuji mengenai siapa, apa, mengapa, dimana, dan bagaimana berhasil dengan sempurna. Pusatkan perhatian pada masalah utama dan bukan pada hal-hal sepele.
3. Menyepakati suatu solusi
Kumpulkanlah masukan mengenai jalan keluar yang memungkinkan dari orang-orang yang terlibat di dalamnya. Saringlah penyelesaian yang tidak dapat diterapkan atau tidak praktis. Jangan sekali-kali menyelesaikan dengan cara yang tidak terlalu baik. Carilah yang terbaik.
4. Pelaksanaan
Ingatlah bahwa akan selalu ada keuntungan dan kerugian. Hati-hati, jangan biarkan pertimbangan ini terlalu mempengaruhi pilihan dan arah kelompok.
5. Evaluasi
Penyelesaian itu sendiri dapat melahirkan serangkaian masalah baru. Jika penyelesaiannya tampak tidak berhasil, kembalilah ke langkah-langkah sebelumnya dan cobalah lagi.
Selain menggunakan cara cara ini kita juga harus bisa mengendalikan diri tidak boleh terhanyut dengan  konflik itu.  Tetap tenang dan tidak memihak. Biarkan yang lain membabi buta, sementara kita  mempertimbangkan respon yang tepat. Apakah anda sebaiknya mencari alasan, setuju, meminta maaf, pilihlah bertempur atau mengalah mana yang menguntungkan dan dapt melindungi . Berargumen sering membuat pihak lain menjadi semakin lebih defensif dan gigih untuk mencari kemenangan. Jangan lepaskan amarah sabar dan kendalikan diri agar tidak lepas kendali. Gunakan  kebaikan sebagai senjata untuk melawan keburukan. Netralkan teriakan-teriakan dengan kata-kata lembut. Jawablah ancaman dengan keyakinan yang menenangkan. Berbicaralah dengan sederhana, jangan menggunakan kata-kata kotor atau sarkasme., kendalikan emosi,jangan terlalu membesar-besarkan sesuatu, Jangan berbohong dan Seranglah argumennya bukan orangnya.
Setiap orang pasti memiliki visi baik yang kerja dikantoran, ataupun berorganisasi. Dan dalam mencapai visi itu selalu ada yang namanya konflik . Konflik harus dihadapi tidak boleh dihindari. Konflik juga harus disikapi dengan baik jangan terpengaruh atau larut dalam konflik, jangan marah membabi buta dan sebagainya jadikan konflik sebagai motivasi atau dorongan untuk berbuat lebih baik dan mencapai tujuan yaitu visi .
Jadikan konflik sebagai dorongan untuk  menjadi pribadi atau pemimpin yang lebih baik , dari konflik kita dapat belajar banyak hal dari karakter orang sampai bagaimana car mencapai tujuan yang ingin kita capai.   Jadikan konflik sebagai motivasi bahwa kita atau anda dan saya dalah pejuang yang akan menang. Yang akan mencapai visi itu. Caranya adalah lebih memotivasi diri dan mengevaluasi diri jika melakukan salah cepat cepat meminta maaf. Dan jika konflik sudah terjadi jangan  ikut larut dan lepas kendali dalam menghadapi konflik. Selain itu ada master di dalam diri kita yang menjadi panutan. Master tersebut adalah kita  pada kondisi yang terbaik. Teruslah berusaha.Yaitu :
            A..Saat  tenang, tenggang rasa, sabar dan percaya diri.
            B. jujur, dapat dipercaya, bertanggung jawab dan dapat diandalkan.
            C .loyal dan menarik.
            D.rendah hati dan menghormati orang lain.
            E.tagguh, percaya diri, tekun dan pekerja keras.
            F .terorganisir, anggun dan stabil.
            G. selalu ingin tahu dan mau di ajar.
            H. sehat, bersemangat dan entusiastik.
            I. baik hati, bersahabat, suka membantu dan dermawan.
            J.berani dan gigih.
            K. bermoral dan beretika
Master master ini sangat bermanfaat untuk mencapai tujuan yang akan kita capai . Jadikan master ini sebagai dorongan dan motivasi agar kita fokus dan dapat mencapai tujuan .



     
    


Rabu, 23 April 2014

Etika Dan Filsafat Kepemimpinan



Nama : Titin Winarsih 
Nim : 2013210103
Prodi : Ilmu Administrasi Negara 
Fakultas  : Ilmu Sosial Dan Politik
Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang

Etika Dan Filsafat Kepemimpinan

 Seorang pemimpin  harus memiliki etika dalam memimpin .Ia harus bisa memimpin bawahannya dan mendengarkan aspirasi atau pendapat dari bawahannya  sehingga terjadi koordinasi atau kerjasama yang baik dari bawahan dan pimpinan.Tidak akan terjadi konflik antar pemimpin dan bawahannya jika terjadi kerjasama yang baik antara pemimpin dan bawahannya.  
Pemimpin dapat mengambil keputusan dan kebijakan yang di setujui atau sependapat dengan bawahannya. Seorang pemimpin harus memiliki sifat takwa, sehat, cakap, jujur, tegas, setia , cerdik dan lainnya. Jika pemimpin sudah memiliki sifat-sifat ini ia bisa memimpin dalam kondisi  apapun. Ada saatnya pemimpin itu harus mengambil keputusan di saat yang urgent atau bahaya. Ia harus bisa mengambil keputusan dengan tepat , cerdik, dan tidak merugikan siapapun. Selain itu pemimpin juga harus mempunyai etika dalam memimpin.
Adapun unsur- unsur etika itu adalah Kebebasan,tanggung jawab, hati nurani, dan prinsip-prinsip moral dasar. Jika pemimpin tidak  memiliki unsur-unsur etika itu ia akan bisa memimpin dengan baik. Maka dari itu  pemimpin harus memiliki unsur unsur etika tersebut. Jika ia tidak memilikinya maka ia adalah pemimpin yang abnormal  atau yang sakit.Ia juga dapat mengendalikan emosinya dan membedakan urusan pribaadi dengan organisasi atau urusan ia didalam kepemimpinannnya. Sehingga terjadi kepemimpinan yang baik dan tidak bercampur dengan  urusan pribadi seorang pemimpin harus bisa mengendalikan dan mengatur dirinya saat berhadapan denhgan partnernya dan dengan bawahannya. Sehingga ia dapat memimpin dengan baik dan disegani atau di patuhi oleh bawahannya .
Seorang pemimpin sejatinya adalah pelayan ( servant leader) bagi bawahannya  atau rakyatnnya,sehingga ia harus bisa melayani kebutuhan kebutuhan orang-orang yang harus ia layani termasuk bawaahannya.Karakter seorang servant leader adalah panggilan hati, mendengarkan, empati, penyembuhan, kesadaran diri,persuasi,konseptualisasi,memiliki pandangan jauh kedepan,stewarship, komitmen pada pembangunan manusia,dan membangun komunitas.  Seorang pemimpin harus bisa memenuhi semua itu agar ia dapat memimpin dengan baik dan tujuan yang dinginkan tercapai.
Selain itu  Ia juga harus bisa membimbing dan mengarah kan bawahannya unutuk bisa mencapai tujuan yang akan di capai. Selain itu  pemimpin adalah pelindung atau wali (guardian leader) yang artinya ia harus bisa melindungi orang orang yang dalam tanggungjawabnnya  termasuk bawahannya. Seorang pemimpin harus  bisa membimbing  bawahannya agar ia  bisa mencapai tujuan yang akan dicapai.
Karena pemimpin tidak akan bisa mencapai tujuannya tanpa bawahanya. Karena tanpa kerjasama atau team work yang baik dalam organisasi itu maka tidak akan berhasil apa yang akan mereka capai. Pemimpin harus memiliki moral yang baik. Karakter moral pemimpin adalah shidiq ( jujur),amanah  (bertanggung jawab),tabliq (menyampaikan yang harus disampaikannya),dan fathanah ( cerdas).
 Jika ia sudah memiliki semua karakter moral tersebut maka  ia akan sukses dalam memimpin dan banyak disenangi orang. Contohnya adalah nabi muhammad saw , ia dalah pemimpin terbaik  yang pernah ada yang menjadi panutan semua orang, karena kepemimpinanya  yang sangat baik dan di kagumi semua orang. Pemimpin  juga harus bisa memotivasi bawahannya agar bawahannya semangat dan dapat mencapai tujuan yang diinginkan.