Rabu, 11 Juni 2014
Tugas Ke 4
Etika dan Filsafat Kepemimpinan
Stereotipe Visioner Leadership, menjadikan motivasi saudara sebagai agent
of change and development secara akuntabel dengan harapan ransformational
leadership dalam Proses Belajar dan Mengajar baik ilmu maupun seni
menjadikan saudara “SMART Leadership”.
Tugas/pertanyaan:
1. Jelaskan makna konsep
tersebut di atas !
2. Faktor-2 apa saja yang
mendukung ?
3. Faktor apa saja yang
menghambat ?
4. Serta bagaimana
pemecahannya ?
Keterangan:
1. Jawaban soal nomor satu langsung di jawab pada komentar di
blog dosen pengampu;
2. Soal
nomo 2, 3,4, dijawab melalui Blogg Masing-2 mahasiswa, dan diprint out,
dikumpulkan tanggal 19 Juni 2014. Terimakasih.
Jawab:
1. Seorang pemimpin/Leader dituntut bisa mempengaruhi bawahannya dan
membuat bawahannya mau berusaha berjuang keras untuk mencapai tujuan bersama.
Seorang leader harus bisa memotivasi baik dengan demokratis ataupun otoriter.Banyak
hambatan untuk memotivasi orang lain karena semua itu tergantung kepada
karakter bawahan yang dipimpin. Selain itu juga tergantung bagaimana seorang
pemimpin itu bisa atau tidak memabaca karakter –karakter bawahanya dan
menyikapinya dengan memgambil cara-cara yang tepat untuk memotivasi bawahannya
tanpa menimbulakn konflik diantara mereka. Karna hubungan yang baik antara
atasan dan bawahan sangat menentukan kinerja team atau perusahaan itu dalam
mencapai tujuannnya.
Seorang leader juga dituntut
bertanggungjawab dan dapat memimpin bawahannya , mengorganizir, serta dapat
mencapai tujuan yang sudah dirtargetkan.
Seorang leader juga harus memberikan contoh atau panutan kepada bawahan seperti
disiplin dalam baanyak hal, yaitu waktu , ketepatan deadline, laporan keuangan,
dan banyak hal yang lain.
Jika seorang leadernya sudah bisa memberi panutan dan memotivasi maka
bawahan akan ikut terbawa dan mencontoh atasan atau pemimpinnnya. Dengan begitu
maka tujuan yang sudah ditentukan akan tercapai dan mendapat hasil yang maksima dan dapat diaktakan
sebagai leader yang Smart .Karna seorang
leader adalah yang bisa memimpin , mengorganizir bawahannya untuk mau bekerja
keras untuk hasil yang maksimal, dan mampu memotivasi dan bekerja sama dengan
baik dengan bawahannya.
2. Faktor –faktor
yang mendukung adalah :
Ø
Kompetensi atau keahlian untuk membaca karakter orang dan
menyikapinya denagn tindakan yang tepat.
Ø
Bawahan atau peagawai yang mempunyai karakter yang baik dan
memang mau bekerja dengan baik , buknanya hanya mau gaji buta.
Ø
Kemampuan seoarng leader untuk mempengaruhi atau menyemangati bawahan
Ø
Leader yang mempunyai kedisiplinan yang baik atau sikap yang
dapat dicontoh oleh bawahannya seperti bertanggungjawab.
Ø
Mempunyai visi yang dapat dipertanggungjawabkan dan
dilaksanakan oleh seorang leader sehinnga memacu bawahaannya untuk bekerja sama dengan leadernya.
3.Faktor
–faktor yang menghambat adalah :
Ø
Banyak
pegawai takut untuk menyatakan perasaan yang sebenarnya mengenai organisasinya
terhadap para pimpinan mereka karena mereka menganggap hal itu berbahaya.
Atasan / pimpinan seringkali mereka anggap sebagai sulit untuk dipercaya, pimpinan
adalah orang yang akan berbahaya kalau mereka ajak bicara dengan penuh keterbukaan
(tulus).
Ø
Banyak pegawai
percaya bahwa ketidak-sesuaian atau kurangnya kesetujuan dengan atasan/
pimpinan akan menghalangi promosi
mereka, karena hal ini akan menjadikan mereka buruk dalam pandangan atasan
mereka.
Ø
Banyak
pegawai terpengaruh oleh pendapat bahwa pemimpin kurang tertarik terhadap masalah-masalah
mereka.Pemimpin sudah begitu terselubung oleh masalahnya sendiri hingga tak
menjangkau nilai-nilai pegawainya dan kebimbangan-kebimbangan mereka.
Ø
Banyak
pegawai yang merasa bahwa mereka tidak mendapatkan imbalan bagi buah-bauah
pikiran mereka yang baik.
Ø
Banyak
pegawai yang percaya bahwa kurang sekali adanya kecepatan tanggap dan perhatian
atasan.
Ø
Banyak
pegawai terpengaruh bahwa pimpinan teras tidak mengambil tindakan segera
terhadap masalah-masalah.
4. Solusinya adalah
seorang pemimpin harus bisa berkomunikasi dengan baik dan menajalin persaudaran
yang erat . Jadi di lingkungan kerja tidak kaku dan interaksinya juga seperti
keluarga . Jadi kinerja team sangat kuat
dan bagus karna saling berinteraksi dan
bekerjasama. Seorang leader tidak hanya memerintah tapi juga bisa mendengarkan
, dan bekerja sama dengan baik agar tercapai tujuannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar