TUGAS KE 3, UJIAN
TENGAH SEMESTER (UTS).
Pada pertemuan ke 7
MATA KULIAH TEORI-TEORI
ILMU SOSIAL
Pertanyaan;
Berikan analisis kritis,
Apa dan Bagaimanakah Hakekat Teori-Teori Ilmu Sosial bilamana dihubungakan
dengan Kompetensi yang akan dibentuk untuk atau pada Saudara dari Mata
Kuliah ini, dengan bersandarkan kepada Teori Interaksi
Simbolik serta teori terpilih faforit yang lain pilihan Saudara ?
Keterangan:
1. Hasil
analisis kritis diunggah pada Blogg masing-masing mahasiswa, sebagai Karya
Ilmiah (Artikel) !;
2. Hasil
unggah dari Blogg, diprint dan diserahkan pada dosen pengajar untuk bukti
laporan dan penilaian UTS, pada pertemuan ke 8, tidak diijinkan terlambat;
3. Benang
merah / Abstrak dari artikel, tugas ke tiga dimasukkan pada komentar langsung
di blogini (milik dosen pengampu/pengajar);
Jawaban :
Manusia
adalah mahluk sosial karena manusia saling membutuhkan dan saling ketergatungan
.Oleh karena itu teori ilmu sosial penting dalam proses manusia berinteraksi
dan berhubungan satu sama yang lain.
Teori teori ilmu sosial dijadikan dasar
dalam berinteraksi dimasyarakat dan dalam pengambilan keputusan yang
mempengaruhi interaksi masyarakat. Dalam interaksi manusia dengan lingkungannya, manusia sering
menggunakan simbol simbol dalam bentuk gerakan tubuh, fisik, suara, serta
ekspresi wajah. Simbol simbol itu
digunakan untuk berhubungan secara alami antara manusia dalam masyarakat dan
hubungan masyarakat dengan individu . Simbol–simbol itu sangat berpengaruh
dalam berinteraksi contohnya saat
seorang pemimpin memberi instruksi bisa dengan cara menulis memo , memo dapat
dikatakan simbol untuk berinteraksi . Di
dalam simbol yang diciptakan antar individu menimbulkan interaksi anatar
individu itu . Simbol yang timbul itu memiliki makna yang ditafsirkan oleh orang itu dan digunakan
orang dalam menghadapi sesuatu yang dijumpainya. Dan makna itu digunakan sebagai dasar dalam pengambilan
tindakan yang akan dilakukannya. Seorang pemimpin dituntut cepat tanggap dengan
permasalahan yang dihadapi oleh bawahannya. Biasanya ada simbol simbol yang harus dimengerti oleh pemimpin sehingga pemimpin
cepat memikirkan solusi yang tepat dan mengambil kebijakan yang benar.
Ia
juga harus jeli akan permasalahan yang sedang dihadapi serta jeli akan sikap
dan perilaku bawahannya karena ia juga harus bisa menangkap jati diri dari sang
pemberi simbol itu . Karena simbol yang
diberikan sesorang erat kaitannya dengan jati diri serta karakter orang itu .
Kompetensi
yang akan saya ambil adalah kebijakan publik. Dalam kebijakan publik pasti ada
yang namanya pengambilan keputusan . Keputusan – keputusan yang baik, hanyalah dapat diambil dengan
pengelihatan dari keseluruhan,untuk dapat melihat yang jauh orang harus
melihatnya dari ketinggian (Mme Swetchine). Public Policy atau kebijakan publik
sebagai suatu keputusan senantiasa
berwawasan kehari depan (goal oriented) atau bersifat futuristis .Jadi seorang
pemimpin dalam mengambil keputusan harus melihat keseluruhan , jauh kedepan apa
resiko dan keuntungan yang akan di dapat
jika ia mengambil keputusan itu.Setiap keputusan itu selalu memiliki
resiko dan pemimpin harus bisa memilih
keputusan yang terbaik yang mengandung resiko teringan . Keputusan yang diambil
itu tentu saja untuk memenuhi kepentingan masyarakat . Sehingga apa yang
dibutuhkan masyarakat itu tercapai.Kebijakan kebijakan yang diambil seorang
pemimpin harus dipikirkan matang matang dan ditetapkan secara tepat waktunya ,
tidak boleh tergesa-gesa namun juga tidak boleh lamban . Karena jika ditetapkan
dan dimplemantasikan secara lamban akan menghambat terlaksananya kebijakan itu
. Kebijakan seorang pemimpin harus didukung oleh bawahannya dan masyarakat agar
bisa diterapkan dan dijalankan untuk mencapai kepentingan masyarakat.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar