Selasa, 06 Mei 2014

VISI,MISI DAN STRATEGI KEPEMIMPINAN





          KEPEMIMPINAN VISIONER



Setiap pemimpin membentuk visi dengan caranya masing-masing, kadang-kadang bersifat obyektif dan rasional, kadang-kadang intuitif dan subyektif.
Tindakan tanpa visi sama artinya dengan terjebak dalam kegelapan dan visi tanpa tindakan adalah seperti puisi yang meratapi kemiskinan.
Secara sederhana, visi adalah masa depan yang realistis, dapat dipercaya, dan menarik bagi organisasi anda. (Burt Nanus, 2001, Kepemimpinan Visioner, Penerbit PT Prelindo, Jakarta).

Tugas2.
1.       Susun visi, misi dan strategi anda, dalam mepersiapkan diri sebagai agent of change and development ?
2.       Apakah faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam merealisasikan visi saudara tersebut?
3.       Bagaimana mengatisipasi faktor pendukung tersebut agar tidak menimbulkan arogansi ?
4.       Dan bagaimana pula mengorganisir faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis ?
5.       Konflik akan selalu terjadi pada setiap orang yang akan melakukan perubahan, bagaimana caranya agar potensi konflik tersebut dapat menjadi daya dorong susksesnya visi saudara ?

Keterangan:
1.       Khusus jawaban soal nomor 5, dimasukkan pada komentar blog dosen pengampu, dan blognya mahasiswa masing-masing mahasiswa, dan;
2.       Seluruh jawaban diserahkan pada pertemuan tanggal 8 Mei 2014.
 

 Jawaban :

1. Visi :’’ menjadi pemimpin yang cakap , taat kepada Tuhan Yang Maha Esa,dan bertanggungjawab”.
    Misi :
                A.Mulai membekali diri sedini mungkin agar siap untuk menjadi pemimpin.
                B. Memanagement  waktu dan diri sendiri  mulai dari sekarang.
                C.Mengikuti dan berpartisipasi dalam kegiatan atau organisasi yang bermanfaat untuk mengembangkan diri.
                D.Mulai memperkaya pikiran atau otak dengan memberi  vitamin -vitamin otak seperti banyak membaca  karena membaca jendela dunia.
     Strategi :
                1. Banyak membaca buku ,berdiskusi,dan berpartisipasi atau memimpin atau melayani d suatu organisasi karena  memimpin itu diwali dari diri sendiri kemudian belajar untuk melayani d sebuah organisasi  kecil baru kemudian dapat meningkat.
2.Merencanakan kegiatan setiap hari dan memanajemen waktu sebaik-baiknya agar semua tujuan yang akan saya capai tercapai dengan baik.
3. Berusaha untuk tidak pernah meninggalkan ibadah kepada tuhan yang maha esa sesibukapapun ibadah adalah hal yang utama.
4.Banyak membaca  buku buku pengetahuan, motivasi, dan buku lainnya yang bermanfaat.
5. mengikuti berbagai lomba  atau kompetensi adari kegiatan kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas  diri sendiri.
6. berusaha untuk melayani misalnya menjadi ketua kelas . semua  hal besar selalu berasal dari hal yang kecil dari hal yang kecil banyak hal yang dapat dipelajari.

2.  Faktor Pendukung adalah :
A.  Semangat dan motivasi diri dari  diri sendiri dan teman teman . Mendapat teman teman yang membawa dampak positif.
B.Mata kuliah dan buku buku yang mengisi dan vitamin otak dan mengembangkan diri
c. Organisasi yang berdampak positif untuk mengembangkan diri.
D.Bertanggungjawab jika diberi tugas dari dosen atau  menjadi panitia kegiatan dari sebuah organisasi.


Faktor Penghambat adalah :
 A.Pengaruh buruk dari lingkungan , dan lainya.
B. Pengendalian diri yang lepas dan sifat lupa  .
C.Serta kealpaan diri dalam berbuat.
D.Kurangnya evaluasi diri
E. Kurangnya dan keterbatasan pengetahuan yang di dapat . Banyak hal  yang banyak tidak diketahui.
F. Kurangnya referensi abcaan dan informasi
3.  Untuk  mengatisipasi faktor pendukung tersebut agar tidak menimbulkan arogansi  dapat dilakukan hal hal sebagi berikut
    A. Menyadari dan memotivasi diri agar tidak  bangga dengan apa yang didapat.
     B. Selalu ingat bahwa diatas langit masih ada langit. Jadi berusaha untuk tidak berbangga  dengan apapun yang didapat.
      C.   Evaluasi dan mengitropeksi  diri agar lebih bisa melakuakn hal hal yang berkualitas dan bermanfaat.

4.Cara  mengorganisir faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis  adalah
 -Selalu mengingatkan diri sendiri
                -Sabar dan berusaha mengendalikan diri agar tidak  lepas kendali dalam menghadapi         konflik
 -Berusaha untuk mawas diri dan evaluasi diri sendiri agar kedepannya lebih baik.
- Merencanakan atau menjadwalkan  kegiatan sehari hari agar lebih terencan apa yang akan dicapai kedepannya.

 5.         Konflik  pasti ada di hidup manusia , tidak  ada  manusia yang tidak pernah mengalami konflik dalam hidupnya .Menurut Wood, Walace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, dan Osborn (1998:580) yang dimaksud dengan konflik (dalam ruang lingkup organisasi) yaitu : Conflict is a situation which two or more people disagree over issues of organisational substance and/or experience some emotional antagonism with one another.
Yang kurang lebih artinya konflik adalah suatu situasi dimana dua atau banyak orang saling tidak setuju terhadap suatu permasalahan yang menyangkut kepentingan organisasi dan/atau dengan timbulnya perasaan permusuhan satu dengan yang lainnya. Konflik dapat timbul karena tidak ada kesepakatan pendapat dari kedua belah pihak tentang sesuatu  untuk mencapai tujuan atau goal.Jika ada seseorang yang ingin melakukan perubahan pasti ada beberapa orang yang tidak setuju dan tidak mau akan adanya perubahan .
Ada faktor faktor mengapa  mereka tidak setuju seperti disebutkan oleh Stevenin (2000, pp.132-133), yaitu

1.  Pemecahan masalah secara sederhana. Fokusnya tertuju pada penyelesaian masalah dan orang-orangnya tidak mendapatkan perhatian utama.
2. Penyesuaian/kompromi. Kedua pihak bersedia saling memberi dan menerima, namun tidak selalu langsung tertuju pada masalah yang sebenarnya.
Waspadailah masalah emosi yang tidak pernah disampaikan kepada manajer. Kadang-kadang kedua pihak tetap tidak puas.
3. Tidak sepakat. Tingkat konflik ini ditandai dengan pendapat yang diperdebatkan. Mengambil sikap menjaga jarak. Sebagai manajer, manajer perlu memanfaatkan dan menunjukkan aspek-aspek yang sehat dari ketidaksepakatan tanpa membiarkan adanya perpecahan dalam kelompok.
4. Kalah/menang. Ini adalah ketidaksepakatan yang disertai sikap bersaing yang amat kuat. Pada tingkat ini, sering kali pendapat dan gagasan orang lain kurang dihargai. Sebagian di antaranya akan melakukan berbagai macam cara untuk memenangkan pertarungan.
5. Pertarungan/penerbangan. Ini adalah konflik “penembak misterius”. Orang-orang yang terlibat di dalamnya saling menembak dari jarak dekat kemudian mundur untuk menyelamatkan diri. Bila amarah meledak, emosi pun menguasai akal sehat. Orang-orang saling berselisih.
6. Keras kepala. Ini adalah mentalitas “dengan caraku atau tidak sama sekali”.
Satu-satunya kasih karunia yang menyelamatkan dalam konflik ini adalah karena biasanya hal ini tetap mengacu pada pemikiran yang logis. Meskipun demikian, tidak ada kompromi sehingga tidak ada penyelesaian.
7. Penyangkalan. Ini adalah salah satu jenis konflik yang paling sulit diatasi karena tidak ada komunikasi secara terbuka dan terus-terang. Konflik hanya dipendam. Konflik yang tidak bisa diungkapkain adalah konflik yang tidak bisa diselesaikan.
 Konflik dapat berdampak positif atau negatif , jika positif maka akan terjadi keadaan atau kondisi yang lebih baik misalnya di dalam perusahaan Meningkatnya ketertiban dan kedisiplinan dalam menggunakan waktu bekerja.,Meningkatnya hubungan kerjasama yang produktif, Meningkatnya motivasi kerja untuk melakukan kompetisi secara sehat antar pribadi maupun antar kelompok dalam organisasi, Semakin berkurangnya tekanan-tekanan,  intrik-intrik yang dapat membuat stress bahkan produktivitas kerja semakin meningkat, Banyaknya karyawan yang dapat mengembangkan kariernya. Ini sangat berdampak baik baik untuk individu atau perusahaaan itu karna kualitas sdmnya semakin meningkat.
Jika berdampak negatif ini sangat merugikan baik untuk individunya maupun organisasinya misalnya di dalam perusahaan yaitu  Meningkatkan jumlah absensi karyawan dan seringnya karyawan mangkir, Banyak karyawan yang mengeluh karena sikap atau perilaku teman kerjanya yang dirasakan kurang adil dalam membagi tugas dan tanggung jawab, banyak karyawan yang sakit-sakitan, seringnya karyawan melakukan mekanisme pertahanan diri bila memperoleh teguran dari atasan, menurunkan moral, semangat, dan motivasi kerjadan lainnya.
Konflik dapat diatasi dengan cara cara seperti :
1. Pengenalan
Kesenjangan antara keadaan yang ada diidentifikasi dan bagaimana keadaan yang seharusnya. Satu-satunya yang menjadi perangkap adalah kesalahan dalam mendeteksi (tidak mempedulikan masalah atau menganggap ada masalah padahal sebenarnya tidak ada).
2. Diagnosis
Inilah langkah yang terpenting. Metode yang benar dan telah diuji mengenai siapa, apa, mengapa, dimana, dan bagaimana berhasil dengan sempurna. Pusatkan perhatian pada masalah utama dan bukan pada hal-hal sepele.
3. Menyepakati suatu solusi
Kumpulkanlah masukan mengenai jalan keluar yang memungkinkan dari orang-orang yang terlibat di dalamnya. Saringlah penyelesaian yang tidak dapat diterapkan atau tidak praktis. Jangan sekali-kali menyelesaikan dengan cara yang tidak terlalu baik. Carilah yang terbaik.
4. Pelaksanaan
Ingatlah bahwa akan selalu ada keuntungan dan kerugian. Hati-hati, jangan biarkan pertimbangan ini terlalu mempengaruhi pilihan dan arah kelompok.
5. Evaluasi
Penyelesaian itu sendiri dapat melahirkan serangkaian masalah baru. Jika penyelesaiannya tampak tidak berhasil, kembalilah ke langkah-langkah sebelumnya dan cobalah lagi.
Selain menggunakan cara cara ini kita juga harus bisa mengendalikan diri tidak boleh terhanyut dengan  konflik itu.  Tetap tenang dan tidak memihak. Biarkan yang lain membabi buta, sementara kita  mempertimbangkan respon yang tepat. Apakah anda sebaiknya mencari alasan, setuju, meminta maaf, pilihlah bertempur atau mengalah mana yang menguntungkan dan dapt melindungi . Berargumen sering membuat pihak lain menjadi semakin lebih defensif dan gigih untuk mencari kemenangan. Jangan lepaskan amarah sabar dan kendalikan diri agar tidak lepas kendali. Gunakan  kebaikan sebagai senjata untuk melawan keburukan. Netralkan teriakan-teriakan dengan kata-kata lembut. Jawablah ancaman dengan keyakinan yang menenangkan. Berbicaralah dengan sederhana, jangan menggunakan kata-kata kotor atau sarkasme., kendalikan emosi,jangan terlalu membesar-besarkan sesuatu, Jangan berbohong dan Seranglah argumennya bukan orangnya.
Setiap orang pasti memiliki visi baik yang kerja dikantoran, ataupun berorganisasi. Dan dalam mencapai visi itu selalu ada yang namanya konflik . Konflik harus dihadapi tidak boleh dihindari. Konflik juga harus disikapi dengan baik jangan terpengaruh atau larut dalam konflik, jangan marah membabi buta dan sebagainya jadikan konflik sebagai motivasi atau dorongan untuk berbuat lebih baik dan mencapai tujuan yaitu visi .
Jadikan konflik sebagai dorongan untuk  menjadi pribadi atau pemimpin yang lebih baik , dari konflik kita dapat belajar banyak hal dari karakter orang sampai bagaimana car mencapai tujuan yang ingin kita capai.   Jadikan konflik sebagai motivasi bahwa kita atau anda dan saya dalah pejuang yang akan menang. Yang akan mencapai visi itu. Caranya adalah lebih memotivasi diri dan mengevaluasi diri jika melakukan salah cepat cepat meminta maaf. Dan jika konflik sudah terjadi jangan  ikut larut dan lepas kendali dalam menghadapi konflik. Selain itu ada master di dalam diri kita yang menjadi panutan. Master tersebut adalah kita  pada kondisi yang terbaik. Teruslah berusaha.Yaitu :
            A..Saat  tenang, tenggang rasa, sabar dan percaya diri.
            B. jujur, dapat dipercaya, bertanggung jawab dan dapat diandalkan.
            C .loyal dan menarik.
            D.rendah hati dan menghormati orang lain.
            E.tagguh, percaya diri, tekun dan pekerja keras.
            F .terorganisir, anggun dan stabil.
            G. selalu ingin tahu dan mau di ajar.
            H. sehat, bersemangat dan entusiastik.
            I. baik hati, bersahabat, suka membantu dan dermawan.
            J.berani dan gigih.
            K. bermoral dan beretika
Master master ini sangat bermanfaat untuk mencapai tujuan yang akan kita capai . Jadikan master ini sebagai dorongan dan motivasi agar kita fokus dan dapat mencapai tujuan .