PELUANG MENJADI AGENT OF CHANGE DAN DEVELOPMENT
Tidak mudah seorang leader untuk memberikan keputusan yang efektif, efisien, bijaksana, danmenjadiagent
of change dan development. Mengapa demikian? Banyak kendala yang harus
di ketahui oleh seorang leader di antaranya :
Pertama,berkembangnya politik pada saat ini (dinamisme).Perkembangan politik pada saat ini sangat berpengaruh bukan hanya kepada seorangleader,karna semua orang bisa berpolitik.Politik bisa di katakana ada dua macam yaitu
politik bersih dan politik kotor apa yang di maksud dengan politik bersih dan politik kotor?
Adanya program KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang di lakukan oleh pemerintah sangat mendukung terhadap berkembangnya usaha-usaha yang di lakukan oleh rakyat dan program tersebut dapat mengangkat masyarakat primitiv yang standar hidupnya sangat minim agar
tidak menjadi pengagguran yang hanya menimbulkan Radikalisme (kekerasan) terhadap sesame seperti halnya merampok, mencuri dan lainnya. Yang sangat tidak di inginkan oleh badan pemerintah dan yang menjadi tujuan seorang leader mengubah maysyarakatnya agar menjadi bekembang (metafisik).Hal tersebut dapat di artikan sebagai politik bersih . Berbicara tentang politik kotor, banyak fakta dan realita yang mungkin sudah menjadi ganjelan hati masyarakat. Contoh kurupsi, perselingkuhan, narkotika, yang di lakukan oleh pemimpin-pemimpin saat ini dengan menggunakan hak-hak rakyat (mengambil bantuan-bantuan dari pemerintah yang
seharusnya ada di tangan masyarakat) hal tersebut di pengaruhi oleh politisme. Contoh di atas dapat di bilang politik kotor yang di lakukan oleh seorang leader.
Kedua, kurangnya sadar diri selama menjabat sebagai pemimpin (leader).Kebanyakan seorang leader tidak melihat siapa dirinya sebelum terangkat jadi seorang pemimpin, dan hanya bisa menjatuhkan hukum atau norma-norma kepada bawahannya
(masyarakat).Sedangkan dirinya tidak bisa menjadi contoh teladan di mata masyarakat.Sudah jelas seperti yang di kemukakan oleh Sugeng Rusmiwari, drs., Msi dalam pelajaran Administrasi perkantoran di Bab Model advokasi smart,bahwa bagi seorang leader harus mengevaluasi dirinya sendiri sebelum mengevaluasi diri orang lain (Reward
power).Karna, kebanyakan seorang leader merasa benar sendiri terhadap apa yang di lakukannya tampa merasa tidak ada kesalahan apapun seperti contoh yang telah di sebutkan
di atas (korupsi) dan lainnya.
Dengan demikian, seorang leader dalam mengagendakan dan memecahkan isu-isu yang di
kumpulkan, sehingga dapat memberikan keputusan yang
efisien, efektif, bijaksana, dan menjadi Agent of change dan development, harus ada rasa sadar diri dan mengevaluasi dirinya sendiri sebelum mengevaluasi orang lain (reward power), karna setiap leader tidak selamanya mempunyai kekuatan (streghts), tapi juga ada kelemahan (wearnesses) yang akanmengancam (threats)
bagi dirinya. Akan tetapi ada kesempatan (opportuniteis)
untuk memperbaikinya dan dalam kesempatan itulah seorang leader dapat mengetahui nilai baik buruknya suatu tindakan dengan cara seperti itulah seorang leader dapat memberikan keputusan yang
efisien, efektif, bijaksana, dan menjadi Agent of change dan development.